Pages

Sabtu, 19 Februari 2011

Kondisi Hutang Indonesia

Oleh Febri Ardianto ( yang baru saja diangkat menjadi salah satu contributor GNFI), Pelajar Surabaya yang mendalami jurusan penerbangan.

Baru-baru ini kita dikejutkan oleh berita mengenai besarnya hutang Indonesia. Jumlahnya tak tanggung-tanggung. Hingga mencapai Rp.1.667 trilyun (sekitar $ 163 milyar). Banyak orang menyalahkan pemerintah kita. Hm..sekarang coba kita berpikir secara lebih luas….Untuk mengerti lebih dalam, kita harus tahu mengenai GDP (gross Domestic Product). GDP secara garis besar, menurut Wikipedia, adalah salah satu cara untuk mengetahui keadaan ekonomi suatu Negara.GDP adalah Nilai yang didapatkan dari semua perdagangan produk dan jasa yang dilakukan Negara tersebut dalam satu tahun. Nah,..dengan kata lain, GDP adalah penghasilan suatu Negara.

Sebagai Negara berkembang, Indonesia tentu saja memiliki hutang. Lagian juga, Negara mana sih yang tidak punya hutang? Pasti beberapa dari kita berpikir Amerika Serikat dan Jepang, sebagai Negara yang ekonominya terbesar pertama dan kedua di dunia, tidak memiliki hutang. Hm…coba kita pikir lagi..

Jika anda mencari informasi di Wikipedia, anda akan menemukan fakta bahkan Amerika Serikat sendiri memiliki hutang pada tahun 2007. Bahkan Amerika Serikat menduduki rangking ke22 di dunia dalam hal peringkat Negara yang memiliki perbandingan hutang berbanding GDP tertinggi di dunia. AS memiliki hutang 65 % dari GDP nasional mereka. Pada tanggal 7 Mei 2009, total hutang Amerika Serikat adalah US$11 trilyun. Ini sama saja 80% dari GDP mereka. Nah, jadi istilahnya, kamu punya penghasilan 1juta dolar, tapi kamu hutang 800.000. Cukup mencengangkan bukan?? Bahkan, Pemerintah AS menperkirakan pada tahun 2010 hutang AS akan meningkat menjadi 97% dari GDP.

Nah, Sekarang mari kita lihat Jepang. Menurut data OECD (Organitation for Economic Cooperation and Development).Jepang memiliki ratio hutang berbanding GDP adalah 180%.Bahkan pada tahun 2008, akibat krisis ekonomi, Jepang memiliki ratio hutang berbanding GDP adalah 259% dari GDP. Wow!Jadi analoginya, penghasilan kita 1 juta rupiah perbulan, tapi kita punya hutang 2.590.000!! Saya sendiri cukup kaget dengan fakta ini. Tidak ada yang tahu tentang ini sebelumnya.


Nah, Sekarang bagaimana dengan Indonesia? Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonesia sudah membayar semua hutang Indonesia pada IMF tahun 2006, Walaupun sebenarnya Indonesia boleh saja melunasinya sampai tahun 2010. Nah, karena kita membayarnya 4 tahun lebih awal, Kita bisa menyimpan dana US$500,000(yang seharusnya untuk bunga hutang) untuk keperluan lain. Asal anda tahu, sejak zaman reformasi, ratio hutang Indonesia dengan GDP mengalami penurunan scara drastic. Selama tahun 2000, Hutang Indonesia 80% dari GDP, tahun 2004, 54,6%. Untuk Tahun 2005, 46,8%. Tahun 2006, 37,5%. Dan akhirnya para tahun 2008, hutang Indonesia 34,7% dari GDP. Jadi bisa dikatakan, kamu punya penghasilan, 1 juta perbulan, tapi hutang kamu Cuma 347.000.Hm..cukup menarik bukan??

Nah, menurut anda, Negara mana sih yang memiliki peluang paling besar untuk membayar semua hutangnya? Nah, Menteri Ekonomo Indonesia memperkirakan hutang Indonesia sekitar 32% dari GDP. Dan juga berkata, Indonesia memiliki US$51,06 billiun dari perdagangan valas. Jadi andai kata jika pemerintah Indonesia bangkrut, Negara ini masih bisa membayar semua produk yang kita impor dan hutang luar negeri kita sampai 4,7 bulan kedepannya..

Sumber artikel
Sumber gambar

Rabu, 26 Januari 2011

Waktu Tidak Menunggumu





Pernah berharap dunia kembali ke masa lalu? aku pernah, most of the time. Padahal, dulu waktu masih kecil, aku sering banget berharap supaya cepet gede, cepet dewasa, dan bla bla bla. Tapi sekarang? Beda! Sekarang malah aku sering banget berharap supaya bisa memutar waktu, bisa jadi anak kecil lagi, bisa jadi malaikat kecil tanpa dosa. Hmm, bayangin aja gimana rasanya jadi anak kecil, masa-masa jadi anak kecil itu jarang stress, nggak kayak sekarang.

Yah, balik ke dunia nyata, bentar lagi aku lulus dan masuk SMA! Gimana ya rasanya jadi anak SMA? Jujur aja, aku bingung dan belum siap masuk SMA. Kenapa oh kenapa? ya karena aku masih bingung mau SMA mana, galau harus milih SMA mana, masih childish, pemikiranku masih murni pemikiran anak SMP dan kadang malah masih kayak anak SD. Tapi mau gimana lagi? Aku udah kelas 9, walaupun belum siap, tapi kan waktu masih tetap berjalan, bumi terus berotasi dan berevolusi, jam masih terus berdenting, serta hari pasti terus berganti. Semua nggak bisa mundur, karena waktu itu bergerak maju bukan mundur, perhitungan tahun itu bertambah bukan berkurang, jadi aku nggak bisa memungkiri kalo bentar lagi aku bakalan masuk SMA.

Sebenernya masa – masa SMP juga biasa biasa aja sih, nggak ada yang spesial-spesial banget, masa-masa yang ada senengnya dan pasti juga ada sedihnya, tapi pasti tetep ada moment spesial yang buat aku seneng dan bangga sama masa SMP. Jadi, aku nggak siap jadi anak SMA bukan karena semata mata karena aku nggak mau ninggalin masa SMP, tapi karena aku rasa aku belum dewasa, masih memiliki sifat egois khas anak kecil, masih suka iri sama banyak orang. Jadi intinya, aku harus berbenah diri dulu sebelum resmi jadi anak SMA. Berharap masa SMA lebih baik dari masa SMP. Pengen bertransformasi, tapi nggak mau jadi orang lain. Bingung kan? Sama, aku juga bingung. 

Inti dari semuanya adalah waktu itu nggak bisa diputar, waktu bergerak maju. Waktu itu nggak kayak music player yang bisa di stop, pause atau play. Waktu nggak bisa di shuffle, repeat, atau skip. waktu cuma bisa di forward, dan yang paling penting adalah waktu tidak pernah menunggumu bergerak.

 So, keep moving forward! 

Kamis, 23 Desember 2010

Come Back

Welcome back to my life :)

Yayyyy! Liburan liburan liburan! Lagi berharap supaya liburan kali ini nggak membosankan.
Kalo liburan hawanya pengen buka blog, then make some posts. Tapi setelah udah buka blog, terus malah nggak tahu harus posting apa.

Ohya, sepertinya liburan kali ini bakal beda dari liburan-liburan semesteran sebelumnya, liburan kali ini kayaknya bakalan capek banget, gara-gara latihan buat PENSI. Tapi nggakpapa deh, daripada di rumah terus, bosen pasti. At least, jadi punya kegiatan selama liburan.

Jadwal liburan? I dont have any. Hmm pengen buat jadwal liburan sih supaya tertata gitu dan gak wasting time doang selama liburan, tapi males juga, biarlah liburan ini mengalir seperti air, berharap mendapat pengalaman baru, bisa lebih fresh ngadepin jam ke-0, jam ke-9, sama TO TO, maklum udah kelas 9. Well, ternyata pusing juga jadi anak kelas 9, banyak tugas, banyak kegiatan, banyak mikir. Jadi pengen cepet-cepet lulus. Pengen cepet-cepet selesai UN dan dapet hasil yang maksimal (amin).

And this post ends up being non sense... biasanya juga gitu sih.

Rabu, 22 Desember 2010

Fakta tentang Alay, Jejemon, dan Leet

"Apaan sih kamu alay banget"
"Dihhhh, alay banget sih blognya" 

Nah pasti udah gak asing kan sama kalimat-kalimat di atas? Tahu kan tentang trend alay yang lagi berkembang? Mau cerita dikit nih, ternyata trend alay itu nggak hanya ada di Indonesia, tetapi tersebar di berbagai negara lainnya di dunia. Jadi, kesimpulannya trend alay itu mendunia. That's the most important fact ever, folks! Well, ternyata kalo di luar negeri itu orang alay disebut JEJEMON (khusus di Filiphina kayaknya), tapi selain di Filiphina, negara lain juga ada orang alaynya. Di belahan dunia lain orang alay disebut 1337 (baca : leet). Bagaimana ciri-ciri mereka? Nah, ini dia, Check it out and compare !


A. Alay (4laY)

According to wikipedia: (or Anak Layangan or Anak Lebay) is a pop culture phenomenon in Indonesia. It is a stereotype describing something “tacky” and “cheesy” (norak or kampungan, in Indonesian). The Alay culture phenomena spans over a wide array of styles in music, dress, and messaging. It has often been compared to that of the Jejemon phenomenon originating from the Philippines and Harajuku from Japan. Although the former emerged much later and the latter admired in the west.

  • Alay diartikan "anak kampung", karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan. Alay itu sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo ga tau dan sok pengen 'gaul' mau ngikutin tren yang sekarang tapi terlalu LEBAY (cth: nge-mix baju ga kira kira ; baju ijo,celana kotak kotak,sepatu merah,kacamata biru!)
  • Dimana mana SELALU ada acara yg namanya 'putu putu narziz' (entah itu di track sepeda,WC,mobil, kamar,stasiun ,angkot,dll) dan fotonya ga nahan smua! (dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar 'terang bgt',foto deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*,foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*,dll. pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang).
  • Menganggap dirinya eksis di friendster atau Facebook atau Mulktiply (kalo comments banyak itu berarti anak gaul jadi lomba banyak-banyakan comment) *please deh ga bgt! emang kenapa coba kalo commentnya banyak?dapet rekor muri ya?
  • Kata /singkatan selalu diakhiri huruf z/s (cth : nama adalah talitra,dbuat jadi : talz. nama adalah niken,dibuat jadi qens..dsb!) dan sering sok imut dan sok eksis!Ini nih contoh kata-kata alay:
  1. Aku tau menjadi q tWo (ha? dua? apanya yang dua?)
  2. I love you menjadi i LoUphH yOuuU
  3. Terima kasih sebelumnya (thanks before) menjadi tHx b'4
  4. Dalam hatiku (in my hearth) menjadi iN m3Ye heArd (meye meye?)
  5. Cukup sekian untuk alay, untuk ciri-ciri lainnya, pasti kalian tahu sendiri.



B. Jejemon (j3j3mOn)

According to wikipedia: Jejemon is a pop culture phenomenon in the Philiphines . According to the Urban Dictionary. Jejemon is a person "who has managed to subvert the English language to the point of incomprehensibility. The Philippine Daily Inquirer describes Jejemons as a "new breed of hipster who have developed not only their own language and written text but also their own sub-culture and fashion.

Jejemon adalah generasi modern dari kelompok hipster yg mengembangkan gaya menulis baru dan juga menciptakan style berpakian. Dengan kata lain Jejemon sebuah subculture baru.
Tidak jauh berbeda dengan bahasa alay, remaja di Filipina menggunakan bahasa jejemon untuk berkomunikasi lewat jejaring sosial dan pesan pendek. Sebutan jejemon sendiri diambil dari kata Jeje dan Pokemon.

Remaja di Filipina menggunakan kata Jeje sebagai tanda tertawa bahagia (kayaknya tertawa jahat deh, bukan bahagia, jejeje) jika menulis SMS atau di jejaring sosial. Sedangkan akhiran mon merupakan suku kata terakhir dari Pokemon, monster imut yang pernah tayang di salah satu stasiun televisi.

Jejemon juga sering menngunakan angka untuk menulis huruf, misalnya saja 1 untukI, 4 untuk A, 3 untuk E, dll. (kayak bahasa alay lah pokoknya)
Ini nih contoh kata-katanya:- hello menjadi elllow, 4llow,h3lloOW - oh please menjadi oH puhlEaeZz (ha? pules? apa mules?) - I love you menjadilAbqCkyOuHh (bahasa planet mana hayo?) - I miss you menjadi iMiszqcKyuH (bingung, sumpah) -Hello, what are you doing menjadi woWOw44lov3r6894 : 30W poWhzZZZzzZ.... 4no poWhZZZzzzzZ g4w4 niYo !?!?! uuuu (masya Allah, istighfar, nyebut-_-)

Jejemon sendiri tidak memiliki aturan yang baku.Setiap pengguna jejemon diperbolehkan untuk memodifikasi semenarik mungkin dalam mengubah kata-kata yang sudah baku. Menariknya, meski tidak ada aturan yang jelas,semua pengguna jejemon selalu mengerti kata-kata yang mereka buat itu. Nah, jika di Indonesia masalah alay tidak jadi isu penting, di Filipina justru jejemon menjadi isu nasional.

Menteri Pendidikan Filipina Mona Valisno mengatakan, jejemon perlu dilawan karena dapat memandulkan kemampuan remaja Filipina dalam berbahasa Inggris yang baik dan benar.Menurut Mona Valisno, di era globalisasi seperti ini dapat berbahasa Inggris dengan baik adalah investasi yang baik untuk masa depan. “Menggunakan bahasa Inggris dengan salah itu sangat tidak baik. Yang saya pedulikan adalah mereka mengerti bagaimana berbahasa Inggris yang baik. Ini buat kebaikan mereka sendiri,” ujar Mona Valisno. Launder Pojas,siswa salah satu sekolah menengah atas di Manila, mengaku heran dengan sikap pemerintah Filipina yang geram akan populernya jejemon.

Meski ditentang oleh pemerintah, remaja jejemon makin percaya diri sebab dukungan yang mereka terima justru datang dari Gereja Katolik di Filipina. Joey Baylon, yang mengepalai Catholic Bishop’s Conference of the Philippines,mendukung remaja jejemon. Menurutnya, jejemon adalah bentuk kemerdekaan berekspresi. “Bahasa itu hanya bentuk ekspresi dan pengalaman. Yang paling penting adalah nilai-nilai yang ada di belakang bahasa itu,” ujar Joey Baylon.


C. Leet (1337)

According Mrs. Wikipedia : also known as eleet or leetspeak, is an alternative alphabet for the English language that is used primarily on the Internet. It uses various combinations of ASCII characters to replace Latinate letters. For example, leet spellings of the word leet include 1337 and l33t; eleet may be spelled 31337 or 3l33t. The term leet is derived from the word elite. The leet alphabet is a specialized form of symbolic writing. Leet may also be considered a substitution cipher, although many dialects or linguistic varieties exist in different online communities. The term leet is also used as an adjective to describe formidable prowess or accomplishment, especially in the fields of online gaming and in its original usage, computer hacking.

1337 digunakan untuk computer hacking atau bahasa sandi para online gamers. Pernah dengar istilah "1337 Supa Haxor?" Kalau belum artinya adalah "Leet Super Hacker" atau "Hacker Super Berbahasa Leet".

Leet berasal dari kata elite yang menurut saya suatu gambaran yang memang dimiliki oleh hacker dimana mereka bukanlah seorang elite yang berdasi dan memiliki ruang kantor yang luas, rumah mewah pakaian classy dan uang yang banyak, tetapi mereka-mereka inilah yang membuat teknologi digital menjadi mungkin. Dengan caranya sendiri yang mampu memecahkan berbagai problem di dunia digital, mulai dari membangun, sampai pada pendeteksian kelemahan (vulnerability) sebuah sistem inilah yang membuat mereka menjadi sosok-sosok elite yang terkadang keberadaannya tidak diketahui oleh siapapun juga, anonymous, humble, and low profile. itulah mereka.

Leet lebih rumit daripada bahasa Alay dan lebih sulit dibaca. Alay hanya mengganti huruf dengan nomor atau simbol, seperti A menjadi 4, kalau leet, A bisa menjadi A, /\,@,/-\,^, aye, ∂. ci. λ, Z.
Leet bukanlah ciphertext atau kode yang telah diacak. Namun, banyak orang masih mengira demikian karena penggunaan leet yang berlebihan dapat membuat leet sangat sulit untuk dibaca.
Contoh : |-|_||_E. siapa yang mengira kalau kata tersebut adalah rule? So, be careful.


Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4475172 dan browsing di internet. (google, wikipedia, blog walking)


Well, itulah bedanya alay, jejemon, dan leet. Sebenernya post ini hanya untuk berbagi pengetahuan dan wawasan kok, bukan untuk merendahkan orang lain, aku juga pernah alay kok haha :)

"No hard feelings, it's just self reminder."